Pendahuluan: Menentukan Letak Penelitian Budaya dan Buku
Arus silang di dalam Penelitian
budaya
Rekonsiliasi
Garis Besar Buku
Salah satu dari argumen-argumen buku ini adalah bahwa penelitian atau
metodologi penelitian tidak pernah ‘objektif’ tetapi selalu ditentukan,
ditunjukkan oleh posisi-posisi sosial tertentu dan momen-momen historis serta
agenda penelitian. Jadi, untuk menentukan legak buku ini, buku ini memiliki
asal-usul awal di dalam penelitian saya tentang wacana-wacana dan
pengalaman-pengalaman yang telah dijalani tentang gangguan makan, terutama
penyakit mental perempuan, yang dicirikan oleh upaya berbahaya untuk
mendapatkan tubuh langsing. Pada awalnya saya terdorong untuk meneliti
kondisi-kondisi ini, karena saya sendiri telah mengalami anoreksia, saya telah
dibuat bingung, atau bahkan dibuat marah, oleh cara di mana kondisi-kondisi ini
diteliti di dalam dua hal. Pertama, saya terganggu oleh cara di mana
penelitian-penelitian ini mengubah perempuan penderita anoreksia (kehilangan
selera makan) menjadi perempuan ‘berpenyakit’, atau tidak mampu mengukur
pemikiran dan tindakan mereka. Di dalam banyak penelitian, tuturan penderita
anoreksia dipahami hanya sebagai ‘simtom’, dari mana makna ‘yang sesungguhnya’
seperti patologi psikologis atau sosial, bisa dibaca oleh ahli, seperti psikiatris
atau bahkan seorang kritikus budaya fiminis. Kedua, saya patah semangat,
frustrasi, dengan proyek-proyek sosial dan politis dan argumen-argumen bahwa
penderita anoreksia –jelas tidak mengetahui ‘makna’ atau akar-akar penyebab
kondisinya—dibuat mampu menghadapinya. Penafsiran-penafsiran anoreksia telah
memberi perhatian penting pada sifat-sifat seksis tubuh dan struktur keluarga
ideal dan tidak berfungsinya kontrol diri posmodern. Penafsiran-penafsiran
tentang anoreksia juga sering kali menegaskan sifat-sifat patologis penderita
anoreksia, atau perempuan pada umumnya, sebagai gagal, sangat tergantung pada
orang lain dan opini orang lain, dan rentan terhadap keluhan sosial dan
konservatisme.