see no evil, hear no evil, say no evil

see no evil, hear no evil, say no evil

Senin, 09 September 2013

PENGUMUMAN



PENGUMUMAN


PENGUMUMAN

Jadwal Kuliah Semester Gasal TA.2013/2014
31 July 2013


HARI
WAKTU

KODE MK
MATA KULIAH
DOSEN
KELOMPOK MK
SKS
RUANG
SENIN
08.00 - 11.00


PSIRB 105
Kajian Budaya I
Dr. St. Sunardi
Prof. Dr. A. Supratiknya
Wajib
(Semester 1)
3
Palma
12.00 - 15.00


PSIRB 509
Kajian Gender
Dr. Katrin Bandel
Pilihan
3
Palma
SELASA
08.00 - 11.00


PSIRB 409
Psikoanalisa dalam Kritik Ideologi
Dr. St. Sunardi
Pilihan
3
Lontar
08.00 - 11.00


PSIRB 512
Zending/Misi dan Pascakolonialitas
Dr. G. Budi Subanar, S.J.
A. Bagus Laksana, S.J., Ph.D.
Pilihan
3
Anjani
RABU
08.00 - 11.00


PSIRB 307
Kajian Pascakolonial
Dr. G. Budi Subanar, S.J.
Dr. Katrin Bandel
Wajib
(Semester 1)
3
Palma
12.00 - 15.00


PSIRB 702
Seminar 2:
Hubungan Internasional dalam Perspektif Pascakolonial

Dr. FX. Baskara T.Wardaya, S.J.
Pilihan
3
Palma
KAMIS
08.00 - 11.00


PSIRB 701
Seminar 1:
Ekonomi Politik Seni
Dr. St. Sunardi
Prof. Dr. A. Supratiknya
Pilihan
3
Palma
08.00 - 11.00


PSIRB 513
Etnisitas

Dr. Alb. Budi Susanto, S.J.
Pilihan
3
Anjani
JUMAT
08.00 - 11.00


PSIRB 305
Seminar Proposal Tesis
Dr. FX. Baskara T.Wardaya, S.J.
A. Bagus Laksana, S.J., Ph.D.
Wajib
(Semester 3)
0
Palma



Profile

Program Magister IImu Religi dan Budaya hampir mencapai umur 12 tahun. Sebagai salah satu perintis program studi lintas disiplin di bidang ilmu-ilmu social ­kemanusiaan, program ini ingin mencairkan kembali dialog keilmuan sosial-kemanusiaan yang cenderung terkotak-kotak. Pencairan kembali ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi akademik dan keilmuan dalam dunia akademik yang selama ini terasing karena pengelolaan pengajaran ilmu sosial kemanusiaan yang terlalu mengandalkan basis disipliner. Sebagai bidang kajian, program ini mengambil budaya dan religi sebagai bidang kajiannya.
Kehadiran program semacam ini diharapkan bisa ikut mendorong terwujudnya budaya dan masyarakat Indonesia yang komunikatif-emansipatif sehingga bisa mempercepat proses demokrasi dan pembentukan masyarakatsipil di Indonesia.
Dalam perjalanannya yang hampir sepuluh tahun, program ini melihat bahwa komunikasi akademik yang lebih cair itu sudah menjadi keniscayaan dan oleh karena itu dibutuhkan oleh banyak orang. Namun dari sisi lain program ini juga menemukan bahwa untuk mencapainya orang membutuhkan landasan-Iandasan elementer yang tidak bisa dilewati begitu saja. Pengabaian pendasaran itu hanya akan melahirkan kajian lintas disiplin yang superfisial.
Supaya para lulusan benar-benar mempunyai etos akademik lintas disiplin, selama studi di program ini para mahasiswa disiapkan untuk memiliki pengetahuan memadai tentang beragam teori Iintas perspektiftentang budaya dan secara khusus tentang tempat religi dalam pembentukan budaya. Di sam ping pengetahuan teoretis, para mahasiswa juga disiapkan untuk memiliki ketrampilan penelitian di bidang bUdaya dan religi serta ketrampilan untuk mengungkapkannya dalam bentuk bahasa tertulis.
Dengan pengetahuan, ketrampilan, dan etos akademik tersebut, para mahasiswa diharapkan bisa menjadi sosok profesional yang mampu berperan aktif dalam pembentukan budaya dan masyarakat yang komunikatif-emansipatif dan tidak bersikap indiferen-fatalistik atas berbagai fenomena budaya yang menghambat demokrasi. Di sam ping itu mereka juga bisa menjadi calon intelektual publik dengan landasan epistemologis yang solid untuk menjalankan kajian lintas-disiplin tentang budaya dan religi.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, program ini menawarkan sejumlah mata kuliah dasar yang berfungsi untuk memberikan landasan solid dalam kajian lintas disiplin serta sejumlah mata kuliah inovatif yang diperlukan untuk melihat dan meneliti berbagai fenomena budaya mutakhir. Perkuliahan ini diampu oleh para dosen yang berkompeten. Di samping itu, program ini juga didukung oleh perpustakaan yang memadai (baik dari sisi jumlah maupun kemutakhiran koleksi), beraneka ragam kegiatan mahasiswa yang bisa melatih kemandirian dan kepercayaan diri baik secara intelektual maupun sosial, dan suasana kampus yang kondusif untuk membangun komunikasi yang dewasa di kalangan sivitas akademika.