see no evil, hear no evil, say no evil

see no evil, hear no evil, say no evil

Selasa, 18 Maret 2014

FUNGSI HAND PHONE DI DAERAH TANPA SINYAL

FUNGSI HAND PHONE  DI DAERAH TANPA SINYAL

 Oleh:
Yekti Suskandari
136322020
                       
Telepon genggam atau lebih dikenal dengan sebutan hp saat ini memang sudah merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh anggota masyarakat, bisa dikatakan masyarakat tak bisa hidup tanpa hand phone. Berbagai merek dan jenis hand phone yang beredar di masyarakat selalu diminati, bahkan tak jarang lounching produk hanphone merek terentu selalu dibanjiri oleh masyarakat, mereka rela antri demi mendapatkan produk seri pertama.

Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, hand phone juga berfungsi sebagai salah satu bentuk lambang prestise bagi sebagian besar orang. Merek-merek hp tertentu menjadi icon atau simbol kemapanan bagi sebagian besar orang, yang kadang mereka mengesampingkan fungsi dari hand phone tersebut, tetapi lebih mementingkan nilai gengsi dengan memiliki hand phone tersebut, ada beberapa orang berprinsip “yang penting kelihatan gaya”, mereka tidak mementingkan fungsi hand phone tersebut. Beberapa orang yang saya temui mengatakan bahwa hp yang penting keluaran terbaru bisa buat we chat, whats up, FB, line, tweeter, kakao talk, BB android youtobe sms dan nelpon tentu saya, sementa fitur-fitur lain yang terdapat dalam  hand phone tidak pernah mereka gunakan.
Seperti dalam buku Rudolf Mrazek tentang matinya para pesolek, para pengguna hand phone saat ini ak ubanya seperti mereka, menggunakan alat komunikasi hanya untuk sekedar penunjang life style mereka. Berbagai merek hand phone terbaru langsung diserbu oleh para pembeli, tak peduli harganya selangit, demi prestise mereka mengusahakan.merek Iphone selalu di buru pembeli, bahkan ketika louncing produk yang terbaru di seluruh penjuru belahan dunia masyarakat rela mengantri demi mendapatkan produk terbaru.
Jika orang tergila-gila dengan hand phone karena daerah mereka merupakan kawasan memiliki sinyal itu wajar, dan dianggap lumrah. Permasalahan yang menarik untuk kita kaji bersama adalah, bagaimana demam hand phone ini sampai merasuki ke wilayah tanpa sinyal? Cukup menarik bukan?
Orong Telu sangat asing di telinga kita banyak orang bertanya-tanya, dimanakah letakknya? Jangankan masyarakat di Pulau Jawa, Masyarakat Propinsi NTB pada umumnya dan Kabupaten Sumbawa Besar pun banyak yang tidak mengetahui keberadaan wilayah ini. Masyarakat Kabupaten Sumawa Besar hanya mengetahui bahwa Orong Telu terletak jauh di atas bukit, tidak ada sinyal, sulit di jangkau dan merupakan tempat pembuangan para PNS yang berseberangan politik dengan pemeritah yang berkuasa dan PNS yang berani mengkritisi kebijaksanaan Pemda.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang letak dan kondisi daerah Orong Telu berikut ini akan saya jabarkan beberapagambaran tentang wilayah tersebut yang disebut sebagai Nerakanya PNS. Orong Telu merupakan salah satu dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa Besar NTB, dengan posisi memanjang dari arah utara ke selatan dengan ketinggian berkisar antara  80 hingga  214 meter diatas permukaan air laut (dpl).
Kecamatan   Orong   Telu   terletak  antara 08.76937°LS  dan 117.17900°BT.   Adapun batas-batas kecamatan Orong Telu adalah sebagai berikut: :
Sebelah Utara     :    berbatasan dengan Kecamatan Batulanteh
Sebelah Selatan   :    berbatasan dengan Kecamatan Lunyuk
Sebelah Timur   
 :    berbatasan dengan Kecamatan Lenangguar
Sebelah Barat
      :    berbatasan dengan  Kabupaten Sumbawa Barat.

Kecamatan Orong Telu dengan luas keseluruhan 465,97 km2 terdiri dari 4 (empat) desa dengan luas masing-masing desa yaitu Desa Mungkin
159,97  Km2     (08.75198°S   
-117.12690°E),  Desa  Kelawis      73,00  Km2 (08.77590°S   117.17125°E),  Desa  Senawang    160,00  Km2    (08.78806°S -117.21968°E),   dan   Desa   Sebeok   seluas       73,00   km2     (08.75887°S- 117.18629°E) Di Kecamatan Orong Telu di jumpai beberapa buah Brang/ sungai seperti sungai   Brang Kelawis, Brang Sakal, Brang Ruat, Brang Punik dan Brang besar lainnya. [1]
Kecamatan Orong Telu berjarak kurang lebih 79 km dari ibukota Kabupaten Sumbawa Besar, memang jika dilihat dari jaraknya tidaklah begitu jauh, etapi krtika kita mengeahui medan yang harus dilalui yang sangat ekstrim, maka jarak seperti itu harus ditempuh dalam jangka waktu nkurang Lebih 6 jam jika musim kemarau tiba dan 8-10 jam jika musim penghujan tiba. Bahkan jika jembatan senawang hanyutditerjang banjir(ini trerjadi setiap musip penghujan tiba) kita harus bermalam di tepi sungai, dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya setelah air surut. Orong Telu bertopografi naik turun, jalanan berupa jalan  diproses melalui pengerasan, jika musim kemarau para pengndara sepeda motor harus berhati-hati karena adanya batu kerikil lepas, sedang di musim penghujan sepeda motor harus dililit dengan rantai di bagian roda depan dan belakang supaya tidak selip ketika terkena lumpur.
Jenis kendaraan yang bisa melewati medan di orong telu selain sepeda motor( dianjurkan motror jenis tril supaya lebih kuat di tanjakan) adalah hartop, truk dan ranger. Truk adalah sarana kendaraan umum paling favori di daerah ini, karena selain bisa mengangkut hasil bumi truk juga mampu mengangkat waga desa yang hendak berbelanja ke kota ataupun ternak yang hendak di jual. Sebagian besar penduduk desa berprofesi sebagai petani dan peternak sapi, kerbau, dan kambing, serta kuda.
Fasilitas yang tersedia di Orong Telu Sungai yang berfungsi untuk MCK warga, listrik yang menyala dari jam 18.00-06.00 WITA. Orong Telu juga termasuk kawasan tanpa sinyal, tetapi yang menarik setiap warga masyarakat memiliki HP, hp bagi warga Orong Telu merupakan hal yang wajib dimiliki, terutama anak mudanya, anak-anak sekolah merasa gengsi jika tidak memiliki hp dan merasa pamornya turun jika tidak memiliki hp. Tidak sedikit diantara mereka yang memiliki Black Berry, sempat saya bertanya” No poda sinyal pang ta lamen sia beli black berry?” (disini tidak ada sinyal disini kenapa anda beli black berry? ) dia menjawab ”Kaji beli Black Berry taluk gagah nan gaya, lamen kaji no beli deta no taluk gagah”. (saya beli ini supaya kelihatan gaya dan gagah kalo tidak beli ini tidak kelihatan gagah). Saya kemudian bertanya lagi “ pida kali sia lalu ke samawa?”(berapa kali anda pergi ke kota Sumbawa). Dia menjawab” kaji lalu kesana sebulan sekali”. (saya pergi ke kota sebulan sekali).  Jawaban ini serasa mengherankan saya karena setahu saya jika Black Berry itu berupa paketan dan masa belakunya sebulan, ternyta mereka punya hp hanya untuk sekedar gengsi , bahkan saya sempat dikatakan kuno ketika saya tidak memiliki Black Berry. Idak semua orang memiliki Black Berry banyak diantara mereka memilih samsung, cross, aau hp merek Cina.
Anak-anak sekolah dan orang-orang yang idak pernah pergi ke kota (1 tahun sekali menjelang Idul fitripun) ikut memuja hp sebagai simbol prestise. Hp berubah fungsi sebagai alat untuk mendengarkan musik MP3 dangdut dan melihat serial tayangan sandiwara film laga. Saya sebagai guru sekaligus wali kelas sempa dibikin pusing ujuh keliling ketika ada kasus murid mogok sekolah karena mina di belikan hp, akhirnya orang tua mengiklaskan kambing di jual demi memenuhi keinginan anak memiliki hp.
Meskipun kelihatan aneh dan semu bagi orang di luar daerah tersebut, namun mereka cukup bahagia memiliki hp, sebagai teman mendengarkan lagu dangdut saat  malam menunggu sawah, supaya hasil panen idak di ganggu oleh babi huan yang sering meraja lela.
          


DAFAR PUSAKA
Rudolf Mrazek, Engginer of Happy Land, Yayasan Obor Jakara 2006.
Dokumen Pemkab Kabupaen Sumbawa.


[1] Pemkab Kabupaten Sumbawa 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar